Monera (Archaebacteria dan Eubacteria)

Pada tahun 1938, seorang ahli biologi dari Amerika Serikat bernama Hebert Copeland mengelompokkan semua makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler) yang tidak memiliki intisel (nukleus) lalu mengelompokannya ke dalam Kingdong Monera atau saat ini disebut Kingdom Prokariota.

Selain tidak memiliki selaput nukleus, anggota kelompok tersebut juga tidak memiliki struktur sel terspesialisasi yang lain seperti , ;isosom, vakuola kontraktil, dan badan golgi. Pada kelompok ini hanya ada materi genetik dan organel penyusun protein atau ribosom. Semua bakteri termasuk ke dalam kelompok prokariota.

Lalu Carl Woose pada tahun 1990, Seorang ahli mikrobiologi dari Amerika Serikat, membagi bakteri ke dalam dua kelompok (subkingdom). Yaitu Subkingdom Archeabacteria (Archea) dan Subkingdom Eubacteria (bakteri). Sebelum dibagi menjadi dua oleh Carl Woose dikelompokan menjadi dua yaitu bakteria dan eukariota yang terdiri dari jamur, tumbuhan dan hewan.

Mengapa Subkingdom Archea dikelompokkan ke dalam kelompok yang sama dengan bakteria?
Karena Archea dan bakteri sama – sama tidak mempunya inti sel (nukleus). Dan apabila dilihat mengguna mikroskop tubuh Archea dan bakteri memang tampak memiliki penampilan yang sama. Tetapi, keduanya memiliki perbedaan yang mecolok dalam hal struktur dan komposisi dinding sel, struktur dan komposisi mebran plasma, cara ergerak, materi genetik, kebutuhan nutrisi, hasil perwarnaan dan bentuk koloninya.

Bukti yang laiinya yaitu bahwa Archea memiliki hubungan yang lebih dekat dengan eukariota dinadingkan dengan bakter. Artinya StrukturArchea yang unik tidak di kelompokan kedalam prokariota maupun eukariota. Dengan demikian ilmuwan mengusulkan agar makhluk hidup tersebut dikelompokan kedalam domain baru, yaitu domain Archea

Archea dapat kita temukan di lingkungan yang terbatas dan dilikungan yang ekstrim (seperti di sumber air panas, air laut yang kadar garam yang yang tinggi, di dasar laut). Sebaliknya bakteri hidup di lingkungan yang tersebar luas mereka hidup pada lingkungan beroksigen atau tida beroksigen. Tetapi pada dasarnya Archea dan Bakteri pada dasarnya memiliki syarat utama lingkungan hidup yang sama, yaitu mereka hanya dapat hidup pada lingkungan yang berair dan lembap. Kesamaan lain dari Archea dan bakteri adalah memiliki ukurang sel yang sangan kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 367 other followers

%d bloggers like this: