Humaniora

Pagi ini sekitar pukul 10 siang gue dan temen – temen seklas di kumpulkan oleh Pembimbing Akademik untuk membincangkan kurikulum baru di sekolahan gue dan pertama kali di adakan di angkatan gue.

Kurikulum itu dinamakan SKS, SKS itu setau gue di adakan di perguruan tinggi, dan sekarang di SMA

Kami masuk ke ruangan kelas yang akan segera kami tinggalkan karena kami sudah terpecah belah alias sudah di pecah dan di campurkan dengan kelas lain, sungguh menjadi sebuah kegalauan di antara kami para siswa baru enam bulan sudah terpisahkan dari rasa kebersamaan yang sangat kental dengan Humor, Curhat, bahkan berbagi makanan dan tidur bareng (untuk para cowo kan suka nginep).

Pertemuan di mulai dengan sambutan dari PA kami tercinta.

Sebelum kami masuk ke masalah inti yaitu pembahasan SKS, disana pertama-tama PA kami tercinta menjelaskan tentang outbond yang akan dilaksanakan hari jum’at – sabtu minggu depan yang akan dilaksana di lembang. Gue sangat tertarik dengan acara semacam itu, selain buat ajang refresh otak selama satu semester dan juga mendekatkan hubungan antara PA dan murid. Lucunya dan rencananya kita akan berangkat menggunakan TRUK TENTARA YONIF waaaah gue sangat tertarik dan jarang – jarang di angkut pake gituan kalo nga melakukan kerusuhan ga bakalan gue naek yang kyk gtu, mungkin pake truk tentara supaya jalannya cepet dan ga akan terjebak oleh macet karena di jalanan semua kalah kalo sama mobil aparat.

Lalu tiba saat-saat dilema yang gue dapet, adalah saat mendengarkan penjelasan tentang SKS di semester dua dan SP, Gue gak dpt SP tapi gue disarankan untuk mengikuti SP karena nilai gue cuma di kategori Cukup, Diantara gue ikut dan tidak, kalo gue ga ikut gue harus mengejar dan itu Freak amat kalo gue ikutan gue harus berbagi waktu. Dan akhirnya ada penjelasan mengenai SP itu, dan akhirnya gue milih ikut dikarenakan itu merupakan kesempatan paling gampang untuk merepair nilai.

Di saat penjelasan mengenai SKS PA gue tercinta selalu mengulang kata “Humaniora” “Humaniora” disetiap perkataan nya mungkin kalo gue itung bisa sampe 10 kali gue mendengar kata “Humaniora”,

Saat itu gue galau harus memilih antara 20 SKS yang wajib dan disediakan di sekolah dan kebetulan gue berhak mengambil 24 SKS. Lalu kami di berikan kertas kontrak SKS dan entah kenapa tangan gue CEKLIS SEMUA ALIAS GUE CEKLIS 24 SKS itu mungkin reflek dari kegaluan gue pengen cepet – cepet lulus dari sekolah. Gue Panik dlm hati ” AMPUN MANA TIPE – X MANA TIPE X” dan akhirnya gue minjem Tipe X ketemen sebelah gue tapi anehnya tangan gue nga menghapus CEKLISAN tadi malah gue memainkan TIPE-X seperti memainkan STIK DRUM DIputer-puter kasian banget itu TIPE-X kayaknya pusing gue puter – puter kayak komedi putar.

PA gue bilang

“Kalian semua berhak ngambil 24 SKS dan Kami yakin kalian mampu, cuma tinggal percaya sama diri kalian”

“Kalian itu bisa lebih cepet selese bisa dua tahun setengah tamat dan sisa semester”

“Dariapaa kalian ngambil 20 SKS gimana kalo kalian ga lulus 1? jadi jumlanya berkurang dan kalian bisa sampe 4 tahun”

Serem amet kayaknya kalo gue ambil 20 SKS

“Kalo kalian bisa dua setengah taun HEBAT! dan disini ga ada rangking yang ada siapa yang cepet lulus dia yang terhebat”

“SOK kalian pilih”

disana gue semakin galau karena takut keteteran, tetapi kertas udah gue ceklis semua dan itu reflek antara tangan dan otak gue udah nyeklis duluan pasti yakin gue BISA! dan kalo misalkan gue bisa dua tahun setengah banyak kemungkinan yang bisa gue lakukan yang pertama gue bisa ngatain temen-temen yang masih sekolah 3 tahun, “LO MASIH SEKOLAH JAMAN YA SEKOLAH NIH GUE UDAH LULUS” kyknya enak tuh bilang kyk gtu.. dan Gue bisa Konsen di semester yang kosong buat ikut pembelajaran di luar kota untuk masa depan perguruan tinggi gue. Dan tekad gue bulat dan akhir gue ga meng TIPE-X pilihan itu dan temen sebelah gue nanya

“Pul ngambil berapa”
“24 aja lah kesempatan”
dan temen gue ikutan 24 dan akhrnya semua makhluk di keals gue ngambil 24 SKS.

PA tercinta ngomong lagi

“Kalo kalian ngambil 24 SKS kalo ga lulus kan paling 23 – 20 dan kami percaya kalian pasti lulus karena kalian itu bukan muka ga lulus harus ngulang tapi kalian itu muka SP”

wkakakak semua ngakak disana

“kalian itu harus memperkuat HUMANIORA kepada guru – guru”

Gue bertanya – tanya apa itu “HUMANIORA” gue kira itu semacam makanan karena saat itu perut gue lapar.

“Humaniora itu pendektan kepada guru jadi kalian itu ke guru jangan terlalu formal dan biasanya kalo kalian, seperti kalo kalian beresin kebun bapak kek”
“kayaknya kalo kalian meningkatkan humaniora u nilai kalian ga akan bermasalah”

OOOOOOHHH jadi “HUMANIORA” itu adalah skill ampuh mendapatkan nilai dari guru Okeh mantep tuh kayaknya selain dari akademis kita harus meningkatkan skill HUMANIORA😀

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: